Produk Digital Mudah di Duplikat? Pakai Strategi 50:50 ini!
Pertama, perlu Saya tekankan ini…
Hampir semua yang di-upload ke internet, pasti bisa di duplikat.
Kabar baiknya, saat saya ngobrol sama beberapa Digital Product Creator ‘legend’, menurut pengalaman mereka hanya sekitar 2-5% dari jumlah member mereka yang ‘curang’.
Entah itu mereka memberikan file mentah atau login ke temannya atau yang paling ngeselin adalah saat mereka menjual ulang produk kita di marketplace dengan harga jauh lebih murah.
Ini juga yang jadi alasan beberapa creator mendaftarkan produk digitalnya ke HAKI. Selain bisa menempuh jalur hukum, hal ini juga bisa mempermudah marketplace untuk men-takedown seller-seller nakal.
Nah, tapi dengan teknik sederhana yang saya share kali ini, mungkin aja kamu malah akan berterima kasih kepada orang-orang yang menjual produk digitalmu secara ilegal.
Kita sebut aja ini teknik digital 50:50!
Buat 50% knowledge ada di produk digitalmu, sisa 50% ada di after sales!
Jadi orang itu gak bisa menggunakan produkmu secara maksimal jika mereka tidak mendapatkan pelayanan after sales — contohnya grup support untuk tanya jawab.
Study Case
Yuk kita ngobrolin study case menarik dari kelas onlinenya Om Ferry dan Om Marwan yang bulan Mei 2023 menggemparkan timeline Facebook. Materi kelas online-nya tentang Teknik 4 Jam riset produk via Facebook Ads.
Pre-launching dimulai dengan event Webinar ‘Gladi Resik’.
Beda dengan mastah yang biasanya melakukan strategi funneling, alih-alih hanya memberikan kulit, webinar GRATIS yang dihadiri hampir 200 peserta ini membuka hampir 100% materi yang akan diajarkan di kelas online. Crazy!
Gak hanya materi, webinar ini juga dilengkapi dengan Q&A yang cukup panjang dimulai dari jam 20.00 hingga 23.00.
Ini study case yang cukup ekstrim…
Lha kalau hampir semua materinya udah di-share secara gratis, bahkan rekaman webinarnya pun di bagikan — buat apa lagi orang ikut kelas online premium yang harganya sampai Rp 1.000.000 ini?
AFTER SALES!
Kelas premium-nya memberikan after sales kepada member melalui grup Facebook & Telegram yang isinya:
- tanya jawab langsung dengan pemateri
- webinar lanjutan, bahas study case dari peserta yang praktek
- bahkan ‘katanya’ bisa konsultasi 1 on 1
Mau bagaimanapun Paid Advertising dalam dunia digital adalah salah satu Advanced Skill, dan masing-masing orang yang berhasil punya KPI-nya sendiri. Jadi mau tidak mau agar bisa memahami tekniknya lebih dalam — Q&A menjadi harga mati.
Balik ke Materi…
Orang mungkin bisa menyebarkan video kelas online Anda, tapi tanpa support mereka tidak akan mendapatkan manfaat secara maksimal.
Ini kita belum bahas dari konsep KEBERKAHAN ya, dimana sebuah ilmu itu bisa works saat pengajar dan muridnya itu ridho mengajar dan menerima ilmu.
Kemungkinan mereka berhasil itu kecil sekali, karena gak ada effort mendapatkan ilmunya maka mereka juga gak bakal bener-bener pelajari materimu. Seringnya cuma numpuk di hardisk. 😅
Gimana dengan orang yang menjual kembali secara ilegal?
Sebaliknya kita mungkin bakal berterima kasih sama mereka. Karena dengan teknik digital 50:50, secara otomatis mereka juga akan ‘membantu’ program marketingmu.
Mereka menyebarkan dan promosi di berbagai channel. Kemudian saat ada customer yang ingin mendapatkan after sales, mau gak mau mereka harus membeli produk ORIGINAL milikmu.
Oleh karena itu jangan lupa untuk memberikan WATERMARK dan tekankan di beberapa part konten video yang kamu buat terkait dengan layanan AFTER SALES.
Oke, jadi kalau kita lihat ulasan di atas, duplikasi produk digital sebenarnya bukanlah masalah yang besar, apalagi kalau kamu menerapkan teknik 50:50 di atas. 🙂