4 Gaya Bermain Affiliate yang Terbukti Menghasilkan
Aku paling bingung kalau ditanya… “mas ajarin cara bisnis online dong…?” Karena ada banyak sekali pilihan business model yang bisa dipilih.
Belum lagi ini yang paling sadis: “mas cara dapet cuan online yang cepet, gede dan minim modal?”
Setelah bertahun-tahun merenung, akhirnya aku bisa jawab dengan tegas: “GAK ADA!!!” Walau sebenarnya ada ‘hack’-nya, tapi sama sekali gak newbie friendly.
Affiliate adalah salah satu bisnis online yang ‘mudah dimulai, modal & resiko rendah’ tapi hasilnya bisa sangat besar.
Saat ini di Indonesia, kita masih dalam early stage, yang artinya potensinya masih sangat besar kalau konsisten dari sekarang.
Sebelum membahas how to nya yang mana sudah banyak bertebaran di sosmed. Disini Aku pengen share gambaran besar tentang 4 cara main affiliate (baca: strategi).
Kebetulan 1 Minggu terakhir aku ketemu langsung 4 orang affiliator sukses yang mewakili cara main masing-masing. Yuk kita bahas satu per satu…
Si Idealis: Konten Adalah Investasi Jangka Panjang
Kita mulai dari Mas Dimas.
Dia tipe pemain yang percaya kualitas konten & niche (DIY woodworking). Kualitas disini maksudnya adalah cara penyampaian, storytelling & visual menarik.
Ini juga yang jadi alasan kenapa dia sampai diterbangin langsung ke China oleh salah satu brand untuk kolaborasi walaupun followernya saat itu masih belum banyak.
Background-nya memang awalnya bukan murni affiliate, tapi content creator yang akunnya digunakan untuk memasarkan produk furniture-nya di sam.woodworking.
Jadi sumber penghasilannya cukup variatif, mulai dari:
- jual jasa & produk fisik
- jual produk digital
- komisi dari Affiliate
- Brand deal (endorsement, dll)
Kalau kamu punya keahlian dasar, suka riset, dan ingin membangun ‘bisnis riil’ maka cara main ini cocok. Jadi affiliate hanya diposisikan sebagai penghasilan tambahan, sedangkan bisnis utamanya tidak terlalu bergantung dengan platform.
Si Eksekutor: Data, Konsistensi, dan Kecepatan
Selanjutnya ada Mas Bagus.
Di momen terbaik, channelnya bisa tembus omset jutaan di bulan pertama, puluhan juta di bulan kedua dan tembus ratusan juta di bulan ketiga.
Apakah benar pendapatan dari affiliate bisa secepat & sebesar itu? Contohnya ini — bukan milik Mas Bagus, tapi bisa memperlihatkan performa yang hampir sama padahal baru mulai 3 bulan:
Awalnya aku pikir Mas Bagus menggunakan teknik “spam”, namun ternyata tidak. Ia bermain layaknya seorang classic internet marketer yang suka analisa data, eksekusi masif dan mengulangi pola yang sama.
Bayangkan, dia bisa upload 10 video unik per hari.
Kok bisa sebanyak itu? Di dunia internet marketer, script sama namun footage beda hasilnya bisa beda.
“Aku scripting sama semua mas, bedanya cuma di hook dan footage”
Hook disini adalah kalimat pembuka yang bisa menarik perhatian audiens dalam beberapa detik pertama supaya mereka berhenti scroll dan lanjut melihat keseluruhan konten.
Untuk sumber penghasilan dominan murni affiliate, baik dari konten video dan terutama TikTok Live karena langsung bisa dapat penjualan di hari pertama, konversinya paling tinggi dan datanya real-time.
Kalau terbiasa berhubungan dengan data dan suka ngulik, maka gaya eksekutor ini bisa membuat kamu ngomset lebih cepat daripada yang lain.
Si Strategis: Membangun Kemitraan Jangka Panjang
Berbeda lagi dengan Mbak Irvie.
Saat mayoritas Affilitor itu sifatnya ‘agnostik’ terhadap brand, mereka akan review yang penting produk trending, ratingnya tinggi dan jumlahnya banyak.
Tapi Mbak Irvie punya cara lain… bayangin sejak awal, dia hanya mempromosikan satu brand. Tujuannya sederhana, yaitu agar bisa menarik perhatian brand tersebut, sehingga selain bisa berkolaborasi secara langsung, dia juga mendapatkan komisi yang lebih tinggi.
Misalkan Brand Maybelline yang secara default saja komisi sudah tinggi — sekitar 10-15%, tentu jika dapat special deal bisa lebih tinggi.
Setelah menggali lebih dalam, ternyata Mbak Irvie mendapatkan keuntungan dari 3 pihak sekaligus, yaitu dari:
- Brand: komisi & deal eksklusif
- Platform / CM (Community Manager): komisi tambahan, strategi
- Agency / MCN (Multi-Channel Network): budget iklan, network, strategi
“Iya, memang penghasilan saya akan dipotong sekian % untuk fee agency, namun semenjak kerjasama dengan mereka kenaikan omset saya 2x lipat”
Jadi ia tidak sekadar “menjual produk”, tapi juga membangun relasi bisnis.
Si Opportunis: Memanfaatkan Celah Sistem
Terakhir, ada seseorang yang tidak bisa aku sebutkan namanya. Dia bermain di area abu-abu — mengambil keuntungan sebesar-besarnya selama ada celah yang terbuka.
Cara main yang dipakai: dia live selama 24 jam non-stop, tapi sebenarnya dia cuma live 1 jam aja. Jadi 23 jam sisanya, dia menggunakan rekaman yang diputar berkali-kali.
Cara ini jelas melanggar peraturan dari TikTok sendiri, jika terdeteksi sudah pasti akunnya akan langsung diblokir dan gak bisa digunakan kembali.
Live stream menggunakan beberapa akun / smartphone sekaligus — salah satu variasi dari strategi spamming.
Dari klaimnya, omzet sebulan langsung tembus 3 digit (230 juta+). Namun konsekuensinya juga besar — puluhan akun diblokir setiap minggu.
“iya mas, aku nyetok ratusan akun. Karena rata-rata 50% dibanned…”
Dia tahu cara ini tidak akan bertahan lama. Tapi bagi pemain oportunis, gas terus selama ngomset. Cara ini hanya cocok kalau kamu siap kehilangan semuanya. Cepat untung, cepat hilang.
Kesimpulan: Mana yang Cocok untuk Kamu?
Setiap gaya punya kelebihan dan risikonya masing-masing:
| Gaya Bermain | Fokus Utama | Risiko |
|---|---|---|
| Idealis | Kualitas & brand value | Lambat berkembang |
| Eksekutor | Volume & data | Burnout |
| Strategis | Relasi & positioning | Butuh waktu dipercaya brand |
| Opportunis | Kecepatan & celah sistem | Akun diblokir |
Nah, sekarang kamu sudah dapat gambaran besar tentang 4 cara main affiliate. Coba sesuaikan dengan keinginan, value atau bahkan privilege yang kamu punya.
Bisnis Affiliate masih dalam fase golden time — selama konsisten & terus melakukan perbaikan, kemungkinan berhasil masih cukup besar dibandingkan business online yang lain.
Aku sempat tanya ke Mas Dimas, Mas Bagus & Mbak Irvie, berapa waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan penghasilan cukup dari affiliate saat ini? Jawabannya mereka kurang lebih sama:
“puasa dulu aja kurang lebih 3-6 bulan mas…”
Siap-siap aja dalam masa ini pendapatan hampir tidak ada, setelah itu akan konsisten menghasilkan. Affiliate ini seperti bola salju — konten lama yang kita buat, masih terus menghasilkan pendapatan.
“algoritma ini kadang-kadang aneh mas, video lama yang dulunya sepi, tiba-tiba ramai & penjualannya tinggi” — Mas Bagus
Ebook : Cuan dari Tiktok Affiliate
Ebook ini menjawab pertanyaan dasar sebelum kamu jadi affiliate: WHY, potensi penghasilan, dan cara memulai.
Daftar Waiting List →